Tak
semuanya yang gratis itu menyenangkan. Hey, ini bukan tentang aku yang kurang
bersyukur. Bukan. Tapi ini tentang semua yang memiliki kelebihan dan
kekurangannya masing-masing. Ini tentang kuliah gratis.
Ya,
aku begitu bersyukur karena aku bisa menjadi salah satu mahasiswi yang
bersekolah di salah satu perguruan tinggi kedinasan. Walaupun jujur saja, ini
bukan keinginanku, tapi toh aku harus tetap bersyukur, karena ini jalanku dan
Allah tahu apa yang terbaik bagi hamba-Nya. =) Bisa bersekolah gratis, dapat
tunjangan ratusan ribu setiap bulan, pekerjaan yang sudah di depan mata, dan
segala fasilitas lain yang menyenangkan bisa aku dapatkan dengan bersekolah di salah
satu perguruan tinggi kedinasan, dan itu mungkin tak akan aku dapatkan di
perguruan tinggi lain. Hey, dan orang mana yang tak bersyukur dengan
mengingkari kenikmatan Tuhan yang sudah diterimanya itu? Tentu aku sangat
bersyukur. Namun tetap saja dibalik semua hal yang menyenangkan itu pasti ada
kekurangannya. Bukan, ini bukan kita yang harus merantau dan jauh dari keluarga
untuk sekolah di kota megapolitan dengan segala kericuhannya, yang tak akan
pernah kita merasakan suasana ketenangan seperti di desa. Bukan itu. Ini juga
bukan tentang ikatan dinas yang mengikat kita untuk bekerja dipemerintahan
selama 2n+1 dari masa kuliah. Juga bukan itu. Bukan juga tentang kesiapan kita
untuk rela ditempatkan dimana saja di kantor pemerintahan terkait di luar Jawa,
yang tak jarang juga di daerah-daerah terpencil. Maksudku juga bukan itu. Tapi
ini tentang AMANAH.
Amanah.
Memang tak patut jika mengatakan amanah adalah sebuah kekurangan, tapi kalau
kita bisa sadar, amanah adalah tanggungjawab besar yang harus kita pikul ketika
harus bersekolah di perguruan tinggi kedinasan. Dimanapun kita bersekolah, kita
pasti menanggung yang namanya amanah, baik itu amanah dari orangtua, dosen,
keluarga, dan semua orang yang mendukung kita. Tapi tetap saja, amanah yang
kurasa saat ini terasa lebih besar. Amanah dari seluruh warga negara Indonesia.
Sadarkah,
darimana dananya diperoleh hingga kita bisa bersekolah gratis, tunjangan dinas
ratusan ribu, dan segala fasilitas yang menyenangkan itu? Tentu dari APBN. Lalu
darimana APBN itu? Dari uang rakyat. Nah, berarti tak berlebihan jika dikatakan
kita menanggung amanah seluruh penduduk Indonesia. Ya, kita disekolahkan oleh
seluruh penduduk Indonesia dengan harapan kita mampu menjadi generasi penerus
bangsa yang bermoral dan memiliki kemampuan sesuai bidangnya untuk dapat
membangun negara dan membawa negara ke arah yang lebih baik agar kehidupan
rakyat Indonesia juga jauh lebih baik. Itu amanah kita. Besar bukan? Berat?
insyaAllah tidak, jika kita terus berusaha memberi yang terbaik dan selalu
istiqomah.
Tapi
bagaimana selama ini? Apa sudah merasa memberi yang terbaik? Bagaimana
kuliahmu? Entah mengapa pengaruh setan begitu kuat. Kita sering terlena. Tanpa
kita sadari, masih banyak diantara kita yang kurang serius kuliah, sering
mengantuk bahkan tidur saat di kelas, masih sering malas belajar, menggunakan
uang tunjangan untuk berhura-hura, dan banyak hal lain yang membuat kita
terlena. Apa itu yang diharapkan rakyat Indonesia dari kita? Apa itu balas jasa
kita kepada rakyat Indonesia yang telah menyekolahkan kita? Aku tak munafik,
seringkali aku juga masih terlena, yang itu artinya sesering itu juga aku
mengecewakan rakyat Indonesia. Astaghfirullah. Padahal kita punya amanah
sebesar itu, yang menuntut tanggungjawab kita, yang nantinya dimintai
pertanggungjawaban juga di akhirat. Pertanyaannya, sudah seberapa jauh usaha
kita? MasyaAllah.
Kawan,
mari menjadi pribadi yang amanah dan terus istiqomah. Berusaha memberikan yang
terbaik yang kita bisa. Perlahan tapi pasti, setidaknya kita selalu menunjukkan
usaha kita untuk memberi yang terbaik bagi rakyat Indonesia, keluarga, bangsa,
negara, agama, dan diri sendiri. Berusaha untuk tidak menyia-nyiakan
kepercayaan rakyat kepada kita. Berusaha untuk tidak mengecewakan mereka.
Berusaha untuk bisa bermanfaat bagi semua. Mari belajar menjaga amanah. =)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar