10 Maret 2013 ; 12.31 PM
Yg kmrn ultah
selamat ya, semoga umurnya makin barokah :)
maaf telat
itulah sepenggal sms darimu... singkat, jelas, dan padat...
saat itu aku tanyakan kejelasannya, dirimu hanya bilang "ingat, tapi telat :D"
hmmm, mungkin lebih tepatnya kelupaan ya? :(
padahal bertahun-tahun kamu mengingatnya, lalu mudah sekali untuk sekarang lupa :'(
sedih..
tapi terimakasih untuk sepenggal ucapan itu.. terimakasih untuk ingat walaupun telat...
terimakasih...
karena hidup selalu menghasilkan catatan
Jumat, 22 Maret 2013
Sabtu, 09 Maret 2013
9 Maret, hari ini dan setahun lalu
Aku masih ingat, 9 maret setahun lalu...
Saat itu pertama kalinya aku bertemu denganmu setelah 1 minggu 'break'...
Senang? tentu, deg-degan juga menunggu keputusanmu, dan ada rasa kecewa.
Ya, aku kecewa.. karena pertemuan kita di sore-malam hari itu, tak sedikitpun kamu mengucapkan selamat ulang tahun seperti tahun-tahun lalu. lupakah? atau sengaja? saat itu aku hanya kecewa berat..sedih...
Ada yang beda saat itu dari dirimu..
Perhatianmu sangat berkurang...
Diriku yang berjalan dan tertinggal jauh di belakangmu sama sekali tak kau hiraukan...
Dirimu hanya terus berjalan maju dan maju tanpa sedikitpun menengok ke belakang...
'Ada apa denganmu?' pikirku saat itu dengan menahan emosi...
Entahlah, seberapapun aku kecewa dan emosi, aku tetap senang...
Dengan melihatmu saja, aku cukup puas... ya, untuk aku yang saat itu dilanda rindu..
Dan seperti biasa, melewati hari ultahku bersamamu adalah kado terbaik untukku
Tapi...
9 Maret setahun lalu, di malam hari.. sekitar pkl 20.00 dan 20.30... hal itu terjadi
Dirimu memutuskan hubungan kita...
Apa memang saat itu kamu sengaja memilih 9 Maret sebagai kado untukku?
Kado yang kemungkinan akan selalu ku ingat untuk setiap 9 Maret tahun tahun berikutnya...
Kado yang membuatku membenci ultahku sendiri, yang membuatku tak ingin lagi menganggap 9 Maret adalah sesuatu...
masih ingat jelas dibenakku setiap detik yang berlalu di waktu itu...
tiap ucapan kata, tiap tetes air mata, dan tiap ketidakrelaan hati...
Mulai detik itu, bagiku 9 Maret adalah sesuatu yang biasa, bukan sesuatu yang harus dinantikan
Kini, 9 Maret 2013... artinya sudah setahun berlalu...
Sesuai inginku, aku membuat 9 Maret menjadi hal biasa...
Tak akan ada hal yang terlalu istimewa, aku merasa cukup dengan keluargaku.. Ya, hanya dengan keluargaku yang mengingatnya aku merasa sangat bersyukur dan merasa cukup... tak kurang dan tak lebih...
Tapi, sekeras apapun aku membuatnya biasa..
Tetap saja aku menginginkannya...
Menginginkan dirimu untuk mengingatnya dan sekedar mengucapkannya...
Nyatanya? Hingga tulisan ini tercipta, belum sekalipun dirimu mengucapkannya, menampakkan nomorku pada layar HPku pun tidak...
Entahlah, apakah dirimu lupa? atau sengaja untuk melupa...?
Akankah ada keajaiban untuk 2 jam ke depan dimana hari akan berubah menjadi tanggal 10?
Atau 9 Maret ini, akan tetap berlalu begitu saja tanpa sedikitpun ucap dari dirimu?
Dan lagi-lagi... yang kurasa malam ini adalah sama seperti yang kurasa 9 Maret. malam hari, setahun yang lalu :(
Saat itu pertama kalinya aku bertemu denganmu setelah 1 minggu 'break'...
Senang? tentu, deg-degan juga menunggu keputusanmu, dan ada rasa kecewa.
Ya, aku kecewa.. karena pertemuan kita di sore-malam hari itu, tak sedikitpun kamu mengucapkan selamat ulang tahun seperti tahun-tahun lalu. lupakah? atau sengaja? saat itu aku hanya kecewa berat..sedih...
Ada yang beda saat itu dari dirimu..
Perhatianmu sangat berkurang...
Diriku yang berjalan dan tertinggal jauh di belakangmu sama sekali tak kau hiraukan...
Dirimu hanya terus berjalan maju dan maju tanpa sedikitpun menengok ke belakang...
'Ada apa denganmu?' pikirku saat itu dengan menahan emosi...
Entahlah, seberapapun aku kecewa dan emosi, aku tetap senang...
Dengan melihatmu saja, aku cukup puas... ya, untuk aku yang saat itu dilanda rindu..
Dan seperti biasa, melewati hari ultahku bersamamu adalah kado terbaik untukku
Tapi...
9 Maret setahun lalu, di malam hari.. sekitar pkl 20.00 dan 20.30... hal itu terjadi
Dirimu memutuskan hubungan kita...
Apa memang saat itu kamu sengaja memilih 9 Maret sebagai kado untukku?
Kado yang kemungkinan akan selalu ku ingat untuk setiap 9 Maret tahun tahun berikutnya...
Kado yang membuatku membenci ultahku sendiri, yang membuatku tak ingin lagi menganggap 9 Maret adalah sesuatu...
masih ingat jelas dibenakku setiap detik yang berlalu di waktu itu...
tiap ucapan kata, tiap tetes air mata, dan tiap ketidakrelaan hati...
Mulai detik itu, bagiku 9 Maret adalah sesuatu yang biasa, bukan sesuatu yang harus dinantikan
Kini, 9 Maret 2013... artinya sudah setahun berlalu...
Sesuai inginku, aku membuat 9 Maret menjadi hal biasa...
Tak akan ada hal yang terlalu istimewa, aku merasa cukup dengan keluargaku.. Ya, hanya dengan keluargaku yang mengingatnya aku merasa sangat bersyukur dan merasa cukup... tak kurang dan tak lebih...
Tapi, sekeras apapun aku membuatnya biasa..
Tetap saja aku menginginkannya...
Menginginkan dirimu untuk mengingatnya dan sekedar mengucapkannya...
Nyatanya? Hingga tulisan ini tercipta, belum sekalipun dirimu mengucapkannya, menampakkan nomorku pada layar HPku pun tidak...
Entahlah, apakah dirimu lupa? atau sengaja untuk melupa...?
Akankah ada keajaiban untuk 2 jam ke depan dimana hari akan berubah menjadi tanggal 10?
Atau 9 Maret ini, akan tetap berlalu begitu saja tanpa sedikitpun ucap dari dirimu?
Dan lagi-lagi... yang kurasa malam ini adalah sama seperti yang kurasa 9 Maret. malam hari, setahun yang lalu :(
Selasa, 05 Maret 2013
untuk mang T
salahkah aku jika aku cemburu?
ya, aku cemburu..
cemburu dengan cerita-ceritamu tentang gadis lain
cemburu dengan kedekatanmu dengan gadis lain
cemburu mendengar kamu terasa bahagia,
ya bahagia, tapi bahagia itu karena gadis lain, bukan aku :'(
salahkah aku jika aku masih mencintaimu?
salahkah aku jika aku merindukanmu?
salahkah?
maaf...
aku juga ga tau lagi bagaimana caranya memusnahkan perasaan ini
tak tau lagi bagaimana menganggapmu 'biasa'
entah karena usahaku yang belum maksimal atau memang aku tak bisa
tapi tahukah kamu...
selalu ada kembang api di hatiku saat kamu tiba-tiba sms
ada senyum di bibirku saat membaca sms-sms mu
ada sedih di hatiku saat tahu kamu sedih/susah
ada cemburu di hatiku, saat ceritamu hanya tentang gadis lain
yang jelas, aku selalu bahagia setiap kamu hadir di hariku walau hanya 1 sms
lalu harus bagaimana?
aku selalu sedih setiap kamu terlihat menjauhiku
selalu sedih jika kamu terasa marah padaku
aku ga ingin kamu menjauhiku lagi
tak ingin sikapmu kembali dingin padaku
entahlah....
selama ini aku memang mencoba diam..
selama ini aku memang mencoba bersembunyi
diam dan bersembunyi akan perasaaanku...
aku selalu takut dan sakit jika kamu tau aku masih mencintaimu
takut dan sakit jika sampai kamu berkata "maaf, lebih baik jangan berharap lagi sama aku"
untuk itu, aku selalu nampak tegar, nampak baik-baik saja, nampak bahagia, dan nampak netral di hadapanmu
tapi tahukah kamu?
sebenarnya dihatiku selalu ingin berkata padamu
aku masih mencintaimu
aku merindukanmu
semua ini diluar prinsipku untuk tidak berpacaran lg
tapi aku tak memungkiri jika aku mengharapkanmu menjadi imamku, imam dalam keluarga kita
aku minta maaf untuk ini..
sampai sekarang aku masih belajar untuk mengontrol hati
sampai sekarang aku masih belajar untuk menjaga perasaan mu
tapi sampai sekarang, aku tak mampu membohongi hatiku..
untuk mang T yang disana...
maaf untuk rasaku yang tak pernah berubah :'(
ya, aku cemburu..
cemburu dengan cerita-ceritamu tentang gadis lain
cemburu dengan kedekatanmu dengan gadis lain
cemburu mendengar kamu terasa bahagia,
ya bahagia, tapi bahagia itu karena gadis lain, bukan aku :'(
salahkah aku jika aku masih mencintaimu?
salahkah aku jika aku merindukanmu?
salahkah?
maaf...
aku juga ga tau lagi bagaimana caranya memusnahkan perasaan ini
tak tau lagi bagaimana menganggapmu 'biasa'
entah karena usahaku yang belum maksimal atau memang aku tak bisa
tapi tahukah kamu...
selalu ada kembang api di hatiku saat kamu tiba-tiba sms
ada senyum di bibirku saat membaca sms-sms mu
ada sedih di hatiku saat tahu kamu sedih/susah
ada cemburu di hatiku, saat ceritamu hanya tentang gadis lain
yang jelas, aku selalu bahagia setiap kamu hadir di hariku walau hanya 1 sms
lalu harus bagaimana?
aku selalu sedih setiap kamu terlihat menjauhiku
selalu sedih jika kamu terasa marah padaku
aku ga ingin kamu menjauhiku lagi
tak ingin sikapmu kembali dingin padaku
entahlah....
selama ini aku memang mencoba diam..
selama ini aku memang mencoba bersembunyi
diam dan bersembunyi akan perasaaanku...
aku selalu takut dan sakit jika kamu tau aku masih mencintaimu
takut dan sakit jika sampai kamu berkata "maaf, lebih baik jangan berharap lagi sama aku"
untuk itu, aku selalu nampak tegar, nampak baik-baik saja, nampak bahagia, dan nampak netral di hadapanmu
tapi tahukah kamu?
sebenarnya dihatiku selalu ingin berkata padamu
aku masih mencintaimu
aku merindukanmu
semua ini diluar prinsipku untuk tidak berpacaran lg
tapi aku tak memungkiri jika aku mengharapkanmu menjadi imamku, imam dalam keluarga kita
aku minta maaf untuk ini..
sampai sekarang aku masih belajar untuk mengontrol hati
sampai sekarang aku masih belajar untuk menjaga perasaan mu
tapi sampai sekarang, aku tak mampu membohongi hatiku..
untuk mang T yang disana...
maaf untuk rasaku yang tak pernah berubah :'(
Langganan:
Postingan (Atom)