Sudah
kodratnya manusia sebagai tempatnya khilaf, tempatnya salah. Untuk itulah ada
agama sebagai jalan yang benar, dan kitab suci sebagai penunjuk kebenaran.
Namun semua kembali lagi kepada manusia, mau dibawa kemana dirinya? ke arah
yang sudah jelas penerangannya, atau ke arah yang gelap gulita? Karena hidup
adalah pilihan.
Sebagai
manusia yang berakal dan beragama, sudah tentu ketika ia menyadari
kesalahannya, ia akan berusaha untuk tidak mengulangi kesalahannya lagi. Dari
sinilah muncul perubahan. Namun kita juga pasti sadar, perubahan menuju
kebaikan itu tak semudah membalikkan telapak tangan, apalagi berubah dari
sebuah kebiasaan yang secara periodik kita lakukan. Dan ini membuat perubahan
itu menjadi semakin susah. Butuh niat yang kuat dan usaha keras untuk mencapai
perubahan itu. Dari sinilah perubahan itu menjadi sebuah proses. PROSES! Dengan
niat yang sudah kita pegang teguh, perubahan itu diibaratkan rangkaian anak
tangga. BERTAHAP tapi PASTI. Tapi sekali lagi, kita manusia. Ada kalanya beberapa
kali kita jatuh, namun dengan bekal niat baik, kita harus yakin kita bisa
mencapai perubahan itu walau harus dengan tertatih-tatih.
Ya tentu saja
setiap manusia memiliki kemampuan yang berbeda untuk mencapai perubahan itu,
tergantung seberapa besar niat dan usahanya. Untuk itu jangan memaksa setiap
manusia untuk dapat berubah cepat, sekali lagi bukankah setiap manusia itu
BERBEDA? Bukankah perubahan itu PROSES? Jadi biarkan mereka, hargai usahanya
untuk berubah, dukung mereka, bukan memaksa untuk berubah secepat yang kalian
mau. Lihat progesifnya, walaupun lambat, tapi bukankah tetap ada perubahan?
Jika mereka sudah menunjukkan progesifnya, yakinlah mereka sudah berusaha keras
untuk berubah. =)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar