karena hidup selalu menghasilkan catatan

Jumat, 26 April 2013

Oleh Oleh PKL STIS52 Semarang

saat wawancara dengan responden (Model: PCL Mimi dan responden)
Setelah pencacahan, saatnya jalan-jalan :D

Masjid Agung Semarang (Model: Rini dan Hikmah)

Wisata kuliner 'Lumpia Semarang' yummiii :9 (Model: Ria, Tutik, dan Mimi)

Borong Oleh-Oleh di Kampung Semarang, YEAY!! :)  


Lawang Sewu at night :D

Senin, 08 April 2013

Happy Graduation Mang :)

26 Maret 2013
Happy Graduation mang...
Alhamdulillah ya sudah dapat gelar S.Kg
Tetep semangat klinik nya...
Berjuang... berjuang... berjuang...
Semoga kliniknya dilancarkan dan dipermudah
I'm happy for you :)




InsyaAllah tahun 2014 dapet gelar drg. aamiin :)


 a boucket flower for you :)

Jumat, 22 Maret 2013

10 Maret 2013 ; 12.31 PM

Yg kmrn ultah
selamat ya, semoga umurnya makin barokah :)
maaf telat

itulah sepenggal sms darimu... singkat, jelas, dan padat...
saat itu aku tanyakan kejelasannya, dirimu hanya bilang "ingat, tapi telat :D"
hmmm, mungkin lebih tepatnya kelupaan ya? :(
padahal bertahun-tahun kamu mengingatnya, lalu mudah sekali untuk sekarang lupa :'(
sedih..
tapi terimakasih untuk sepenggal ucapan itu.. terimakasih untuk ingat walaupun telat...
terimakasih...

Sabtu, 09 Maret 2013

9 Maret, hari ini dan setahun lalu

Aku masih ingat, 9 maret setahun lalu...
Saat itu pertama kalinya aku bertemu denganmu setelah 1 minggu 'break'...
Senang? tentu, deg-degan juga menunggu keputusanmu, dan ada rasa kecewa.
Ya, aku kecewa.. karena pertemuan kita di sore-malam hari itu, tak sedikitpun kamu mengucapkan selamat ulang tahun seperti tahun-tahun lalu. lupakah? atau sengaja? saat itu aku hanya kecewa berat..sedih...
Ada yang beda saat itu dari dirimu..
Perhatianmu sangat berkurang...
Diriku yang berjalan dan tertinggal jauh di belakangmu sama sekali tak kau hiraukan...
Dirimu hanya terus berjalan maju dan maju tanpa sedikitpun menengok ke belakang...
'Ada apa denganmu?' pikirku saat itu dengan menahan emosi...
Entahlah, seberapapun aku kecewa dan emosi, aku tetap senang...
Dengan melihatmu saja, aku cukup puas... ya, untuk aku yang saat itu dilanda rindu..
Dan seperti biasa, melewati hari ultahku bersamamu adalah kado terbaik untukku
Tapi...
9 Maret setahun lalu, di malam hari.. sekitar pkl 20.00 dan 20.30... hal itu terjadi
Dirimu memutuskan hubungan kita...
Apa memang saat itu kamu sengaja memilih 9 Maret sebagai kado untukku?
Kado yang kemungkinan akan selalu ku ingat untuk setiap 9 Maret tahun tahun berikutnya...
Kado yang membuatku membenci ultahku sendiri, yang membuatku tak ingin lagi menganggap 9 Maret adalah sesuatu...
masih ingat jelas dibenakku setiap detik yang berlalu di waktu itu...
tiap ucapan kata, tiap tetes air mata, dan tiap ketidakrelaan hati...
Mulai detik itu, bagiku 9 Maret adalah sesuatu yang biasa, bukan sesuatu yang harus dinantikan

Kini, 9 Maret 2013... artinya sudah setahun berlalu...
Sesuai inginku, aku membuat 9 Maret menjadi hal biasa...
Tak akan ada hal yang terlalu istimewa, aku merasa cukup dengan keluargaku.. Ya, hanya dengan keluargaku yang mengingatnya aku merasa sangat bersyukur dan merasa cukup... tak kurang dan tak lebih...
Tapi, sekeras apapun aku membuatnya biasa..
Tetap saja aku menginginkannya...
Menginginkan dirimu untuk mengingatnya dan sekedar mengucapkannya...
Nyatanya? Hingga tulisan ini tercipta, belum sekalipun dirimu mengucapkannya, menampakkan nomorku pada layar HPku pun tidak...
Entahlah, apakah dirimu lupa? atau sengaja untuk melupa...?
Akankah ada keajaiban untuk 2 jam ke depan dimana hari akan berubah menjadi tanggal 10?
Atau 9 Maret ini, akan tetap berlalu begitu saja tanpa sedikitpun ucap dari dirimu?
Dan lagi-lagi... yang kurasa malam ini adalah sama seperti yang kurasa 9 Maret. malam hari, setahun yang lalu :(

Selasa, 05 Maret 2013

untuk mang T

salahkah aku jika aku cemburu?
ya, aku cemburu..
cemburu dengan cerita-ceritamu tentang gadis lain
cemburu dengan kedekatanmu dengan gadis lain
cemburu mendengar kamu terasa bahagia,
ya bahagia, tapi bahagia itu karena gadis lain, bukan aku :'(

salahkah aku jika aku masih mencintaimu?
salahkah aku jika aku merindukanmu?
salahkah?

maaf...
aku juga ga tau lagi bagaimana caranya memusnahkan perasaan ini
tak tau lagi bagaimana menganggapmu 'biasa'
entah karena usahaku yang belum maksimal atau memang aku tak bisa

tapi tahukah kamu...
selalu ada kembang api di hatiku saat kamu tiba-tiba sms
ada senyum di bibirku saat membaca sms-sms mu
ada sedih di hatiku saat tahu kamu sedih/susah
ada cemburu di hatiku, saat ceritamu hanya tentang gadis lain
yang jelas, aku selalu bahagia setiap kamu hadir di hariku walau hanya 1 sms

lalu harus bagaimana?
aku selalu sedih setiap kamu terlihat menjauhiku
selalu sedih jika kamu terasa marah padaku
aku ga ingin kamu menjauhiku lagi
tak ingin sikapmu kembali dingin padaku

entahlah....
selama ini aku memang mencoba diam..
selama ini aku memang mencoba bersembunyi
diam dan bersembunyi akan perasaaanku...

aku selalu takut dan sakit jika kamu tau aku masih mencintaimu
takut dan sakit jika sampai kamu berkata "maaf, lebih baik jangan berharap lagi sama aku"

untuk itu, aku selalu nampak tegar, nampak baik-baik saja, nampak bahagia, dan nampak netral di hadapanmu
tapi tahukah kamu?
sebenarnya dihatiku selalu ingin berkata padamu
aku masih mencintaimu
aku merindukanmu

semua ini diluar prinsipku untuk tidak berpacaran lg
tapi aku tak memungkiri jika aku mengharapkanmu menjadi imamku, imam dalam keluarga kita
aku minta maaf untuk ini..
sampai sekarang aku masih belajar untuk mengontrol hati
sampai sekarang aku masih belajar untuk menjaga perasaan mu
tapi sampai sekarang, aku tak mampu membohongi hatiku..



untuk mang T yang disana...
maaf untuk rasaku yang tak pernah berubah :'(

Rabu, 27 Februari 2013

Aku (BUKAN) Mahasiswa Biasa

Dari masa sekolah, aku tak pernah merasa tertantang dengan yang namanya organisasi..
apa itu? meliriknya pun tidak...
saat-saat dulu aku hanya sekedar 'ikut-ikutan' atau sekedar 'iseng-iseng berhadiah'
ikutpun hanya akan bertahan paling lama, 1semester.. -__-"
saat itu, aku hanya cukup puas dengan aktivitas kelasku, selebihnya... aku tak peduli
sepertinya sudah banyak korban dari ketidak konsistennanku..
ekskul tari, sanggar cheerleader, ekskul mading, ekskul majalah sekolah, ekskul pramuka..
mungkin aku cukup konsisten dengan Panembromo dan paduan suara, sayangnya kegiatan itu bersifat 'musiman'
panembromo yang ada hanya saat ada lomba
paduan suara yang hanya ada saat acara wisuda atau upacara kemerdekaan -__-"

sekarang, di masa kuliahku...
masa kuliah yang insyaAllah kurang 3 semester lagi menjadi masa dunia kerja
aku mulai melirik banyak hal...
betapa menyenangkannya mengikuti seminar-seminar
betapa menariknya menghadiri perlombaan (kemudian terbesit 'aku juga ingin jadi salah satu pesertanya')
betapa menyenangkannya jadi anggota 'tetap' suatu UKM
betapa serunya berbicara di hadapan umum..
betapa tertantangnya menjadi panitia suatu kegiatan...

ah, aku benar-benar tak ingin membentuk memori standar di masa kuliahku..
aku ingin beda...
aku ingin bisa memberikan suatu konstribusi untuk kampusku...
aku ingin terlibat dalam setiap langkah maju...
tak ingin sekedar kupu-kupu..
tak ingin sekedar kutu buku...
tak ingin sekedar pengamat

karena yang ku mau, :
aku (bukan) mahasiswa biasa...

Selasa, 26 Februari 2013

Nikmat Mensyukuri Sehat

bersyukur adalah hal sederhana tapi sering dilalaikan oleh manusia.. padahal bersyukur termasuk salah satu resep yang jika selalu diterapkan akan membuat hidup selalu bahagia...
mungkin kisah ini bisa dijadikan pelajaran, contoh, atau mungkin sentilan bagi kita untuk menyadari nikmatnya SYUKUR. konteks kali ini adalah syukur atas nikmatnya sehat...

ini kisah nyata..
seorang teman didiagnosa dokter menderita penyakit kanker..
segala bentuk pengobatan dilakukan sebagai proses penyembuhan...
dan tentu saja proses pengobatan itu bukan hal yang mudah..
dia bercerita betapa menyakitkannya kemoterapi yang rutin dilakukan, yang membuat dia harus mencukur habis rambutnya.. rambut yang bagi seorang wanita adalah mahkota..
belum lagi harus rajin transfusi darah setiap minggu dg salah satu tujuan agar wajahnya tak terlihat pucat..
dan beberapa proses upaya penyembuhan lainnya..
karena penyakit yang menyerangnya itu, kini ia kehilangan salah satu fungsi utama lidah sebagai indra perasa... rasa2 itu kini hambar baginya...
produksi saliva juga berkurang, membuatnya harus ekstra berjuang untuk menelan makanan, dan dia bilang itu menyakitkan...

andai dia tak sering ijin kuliah untuk berobat..
andai dia tak menggunakan wig...
andai wajahnya tak pucat...
sapa sangka jika dia sedang sakit?
mungkin tak akan ada yang tau..
karena....
matanya selalu bersinar
senyumnya selalu mengembang
wajahnya selalu berseri ceria..
semangatnya selalu membara...
ya, semangatnya saat kuliah, semangatnya saat bersosialisasi..
semangat.. semangatnya itu membuat aku takjub..
dia lebih dari sekedar kuat... tak sedikitpun di wajahnya atau lakunya terlihat penderitaan yang harus dia rasa karena sakitnya itu..

lalu bagaimana dengan kita yang diberi nikmat sehat? berapa sering kita mengeluh? berapa sering kita bad mood sehingga tidak bersemangat? berapa sering kita lupa bersyukur akan nikmat sehat kita?
tidakkah kita malu dengan mereka yang harus mengalami cobaan itu tapi selalu bersemangat dan tetap bersyukur untuk tiap detik yang masih bisa dilalui?

lalu, maukah kita sadar? maukah kita untuk tidak lupa bersyukur dengan nikmat sehat yang kita punya? mau kah kita tidak menyakiti diri kita dengan hal2 yang bisa membuat kita sakit? maukah kita terus bersemangat? ini bukan tentang 'ingin' tapi tentang 'kemauan'...keinginan dan kemauan adalah hal yang berbeda.. karena kalau kita sudah 'mau' maka kita akan menerapkannya, sementara 'ingin' hanya sekedar sebuah perasaan..

ini bukan menggurui, tapi ini pengingat... pengingat untukku, untukmu, dan untuk semua... karena aku sendiri sadar, kadang aku juga termasuk salah satu orang yang lalai..

mulai sekarang, detik ini... MARI SELALU BERSYUKUR :) Alhamdulillah :)