Apa hobimu? Aku selalu memiliki jawaban yang sama dari pertanyaan itu,
‘membaca’. Ketika baru mulai belajar membaca, aku selalu mengeja tulisan apapun
yang aku lihat, sampai lelah, sampai bosan, sampai orang-orang tersenyum geli memperhatikanku.
Semakin lancar aku membaca, semakin banyak pula yang aku baca; koran ayah,
majalah ibu, brosur-brosur, dan apapun itu yang menarik perhatianku. Semakin
bertambah tingkatan pendidikanku, semakin bermetamofosis pula buku bacaan yang
intensitasnya paling sering kubaca. Dengan mengesampingkan buku pelajaran
sekolah maupun buku acuan kuliah (karena mereka adalah kewajiban untuk dibaca),
aku mengenal terlebih dahulu buku cerita bergambar, kemudian komik, novel teentlit, novel dewasa,dan kini aku harus
PDKT dengan jurnal-jurnal orang.
Aku masih ingat, buku cerita
bergambar pertamaku yang dibelikan ayah sebagai hadiah. Bukan hadiah sebagai
penghargaan, tapi hadiah sebagai hiburan, yaitu tepat saat hari itu aku
diperbolehkan pulang setelah kurang lebih seminggu harus menjalani rawat inap
di rumah sakit. Gambarnya, ceritanya, aku suka. Walaupun sekarang keberadaanya
tiada, tapi aku masih ingat buku cerita bergambar tentang putri duyung itu. Aku
juga ingat, buku komik pertamaku yang dibelikan ibu dengan harus sedikit
merajuk, Doraemon vol. 18, yang menjadi perintis dari kumpulan komik-komik di
rak bukuku. Aku juga ingat, bagaimana aku harus mengantri dalam antrian daftar
peminjam untuk meminjam novel teentlit
Dealova dari seorang teman, novel teentlit
pertama yang aku baca, yang membuat aku tertarik untuk membaca lebih banyak
lagi novel di masa-masa sekolah menengah pertamaku. Ingat juga, bagaimana aku
tak sengaja membaca novel dewasa Love
Affairs saat masa Sekolah Menengah Atasku namun tetap saja aku membacanya
sampai lembar terakhir. Kini, walaupun aku harus menghabiskan waktu membacaku
sebagian besar untuk jurnal-jurnal orang demi tugas-tugas yang merupakan
kewajiban seorang mahasiswa, bukankah membaca tetap menyenangkan? Bukankah
cerita bergambar, komik, dan novel tak pernah marah padaku dan tetap terlihat
menarik? Bukankah berbagai jenis buku-buku itu tetap bisa menjadi temanku
walaupun seberapa jauh aku bermetamofosis? Mereka tetap teman yang menyenangkan =)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar