karena hidup selalu menghasilkan catatan

Senin, 12 November 2012

Kisah si Buku Komik "Doraemon"



            Hai, kenalin namaku komik Doraemon. Aku berkebangsaan “komik”. Aku diadopsi oleh seorang gadis kecil sekitar 10 tahun yang lalu, namun hingga saat ini aku masih menjadi kepunyaannya. Aku masih ingat betul bagaimana aku bisa mengenalnya saat itu. Dan aku ingin mengisahkannya pada kalian.
            Sekitar 10 tahun silam, ketika aku masih terbungkus rapi oleh plastik, ketika aku masih asyik berdiam diri di rak buku di suatu toko buku yang cukup besar dan diantara kawan-kawanku yang berkebangsaan sama, “komik”, ada seorang gadis kecil yang datang dan berdiri di hadapan kami. Ia tampak memandangi kami satu per satu, kemudian ia berlari kecil entah kemana. Tak butuh waktu lama ia kembali, namun kali ini ia datang dengan menggandeng tangan seorang wanita. Dengan mata yang berbinar-binar ia menunjuk-nunjuk kami, dan sesekali merajuk kepada wanita itu. Saat itu, wanita tersebut tersenyum dan berkata, “Ambillah satu, yang mana aja!” Sontak sang gadis itu tersenyum, tampak bahagia, dan mengucapkan terima kasih kepada wanita tersebut yang kemudian aku ketahui sebagai ibunya. Awalnya ia tampak bingung, namun takdir membuat ia memilihku. Tak lama, akupun sudah berada di rumahnya.
            Ternyata aku adalah buku komik pertamanya yang ia miliki. Aku masih ingat betul bagaimana ketika ia pertama kali membacaku dengan semangat namun juga penuh kehati-hatian, mungkin saat itu ia takut membuatku sobek. Ia memperlakukanku begitu sopan.
            Sejak saat itu, satu demi satu aku mempunyai teman baru dengan kebangsaan yang sama. Semakin lama, temanku juga makin bervariasi, kini aku memiliki teman berkebangsaan “novel”, ada juga yang berkebangsaan “buku motivator”, dll. Bahkan tak jarang juga kami kedatangan tamu yang berasal dari pemilik lain. Kami semua ditempatkan di tempat yang sama, di sebuah rak buku yang tak terlalu besar namun menurutku cukup nyaman karena kami selalu ditata rapi.
            Walaupun sudah hampir 10 tahun aku mengenalnya, walaupun sudah banyak aku kehilangan beberapa temanku karena peminjam yang tak bertanggung jawab, walaupun seringkali aku menginap di rumah orang, dan walaupun tubuhku sudah tak sebagus dulu, tapi aku tahu bahwa aku masih berarti untuknya. Karena dia selalu berkata kepada para calon peminjam diriku, “Jangan lupa dikembaliin ya! jangan sampai sobek juga! Itu buku komik pertamaku soalnya”. (Untuk buku komik pertamaku yang aku punya, “Doraemon vol.18”, pemberian dari ibuku tersayang)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar