Hai, kenalin namaku komik Doraemon.
Aku berkebangsaan “komik”. Aku diadopsi oleh seorang gadis kecil sekitar 10
tahun yang lalu, namun hingga saat ini aku masih menjadi kepunyaannya. Aku
masih ingat betul bagaimana aku bisa mengenalnya saat itu. Dan aku ingin
mengisahkannya pada kalian.
Sekitar 10 tahun silam, ketika aku
masih terbungkus rapi oleh plastik, ketika aku masih asyik berdiam diri di rak
buku di suatu toko buku yang cukup besar dan diantara kawan-kawanku yang berkebangsaan
sama, “komik”, ada seorang gadis kecil yang datang dan berdiri di hadapan kami.
Ia tampak memandangi kami satu per satu, kemudian ia berlari kecil entah
kemana. Tak butuh waktu lama ia kembali, namun kali ini ia datang dengan
menggandeng tangan seorang wanita. Dengan mata yang berbinar-binar ia
menunjuk-nunjuk kami, dan sesekali merajuk kepada wanita itu. Saat itu, wanita
tersebut tersenyum dan berkata, “Ambillah satu, yang mana aja!” Sontak sang
gadis itu tersenyum, tampak bahagia, dan mengucapkan terima kasih kepada wanita
tersebut yang kemudian aku ketahui sebagai ibunya. Awalnya ia tampak bingung,
namun takdir membuat ia memilihku. Tak lama, akupun sudah berada di rumahnya.
Ternyata aku adalah buku komik
pertamanya yang ia miliki. Aku masih ingat betul bagaimana ketika ia pertama
kali membacaku dengan semangat namun juga penuh kehati-hatian, mungkin saat itu
ia takut membuatku sobek. Ia memperlakukanku begitu sopan.
Sejak saat itu, satu demi satu aku
mempunyai teman baru dengan kebangsaan yang sama. Semakin lama, temanku juga
makin bervariasi, kini aku memiliki teman berkebangsaan “novel”, ada juga yang
berkebangsaan “buku motivator”, dll. Bahkan tak jarang juga kami kedatangan
tamu yang berasal dari pemilik lain. Kami semua ditempatkan di tempat yang
sama, di sebuah rak buku yang tak terlalu besar namun menurutku cukup nyaman
karena kami selalu ditata rapi.
Walaupun sudah hampir 10 tahun aku
mengenalnya, walaupun sudah banyak aku kehilangan beberapa temanku karena
peminjam yang tak bertanggung jawab, walaupun seringkali aku menginap di rumah
orang, dan walaupun tubuhku sudah tak sebagus dulu, tapi aku tahu bahwa aku
masih berarti untuknya. Karena dia selalu berkata kepada para calon peminjam
diriku, “Jangan lupa dikembaliin ya! jangan sampai sobek juga! Itu buku komik
pertamaku soalnya”. (Untuk buku komik pertamaku yang aku punya, “Doraemon
vol.18”, pemberian dari ibuku tersayang)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar