Aku masih ingat, 9 maret setahun lalu...
Saat itu pertama kalinya aku bertemu denganmu setelah 1 minggu 'break'...
Senang? tentu, deg-degan juga menunggu keputusanmu, dan ada rasa kecewa.
Ya, aku kecewa.. karena pertemuan kita di sore-malam hari itu, tak sedikitpun kamu mengucapkan selamat ulang tahun seperti tahun-tahun lalu. lupakah? atau sengaja? saat itu aku hanya kecewa berat..sedih...
Ada yang beda saat itu dari dirimu..
Perhatianmu sangat berkurang...
Diriku yang berjalan dan tertinggal jauh di belakangmu sama sekali tak kau hiraukan...
Dirimu hanya terus berjalan maju dan maju tanpa sedikitpun menengok ke belakang...
'Ada apa denganmu?' pikirku saat itu dengan menahan emosi...
Entahlah, seberapapun aku kecewa dan emosi, aku tetap senang...
Dengan melihatmu saja, aku cukup puas... ya, untuk aku yang saat itu dilanda rindu..
Dan seperti biasa, melewati hari ultahku bersamamu adalah kado terbaik untukku
Tapi...
9 Maret setahun lalu, di malam hari.. sekitar pkl 20.00 dan 20.30... hal itu terjadi
Dirimu memutuskan hubungan kita...
Apa memang saat itu kamu sengaja memilih 9 Maret sebagai kado untukku?
Kado yang kemungkinan akan selalu ku ingat untuk setiap 9 Maret tahun tahun berikutnya...
Kado yang membuatku membenci ultahku sendiri, yang membuatku tak ingin lagi menganggap 9 Maret adalah sesuatu...
masih ingat jelas dibenakku setiap detik yang berlalu di waktu itu...
tiap ucapan kata, tiap tetes air mata, dan tiap ketidakrelaan hati...
Mulai detik itu, bagiku 9 Maret adalah sesuatu yang biasa, bukan sesuatu yang harus dinantikan
Kini, 9 Maret 2013... artinya sudah setahun berlalu...
Sesuai inginku, aku membuat 9 Maret menjadi hal biasa...
Tak akan ada hal yang terlalu istimewa, aku merasa cukup dengan keluargaku.. Ya, hanya dengan keluargaku yang mengingatnya aku merasa sangat bersyukur dan merasa cukup... tak kurang dan tak lebih...
Tapi, sekeras apapun aku membuatnya biasa..
Tetap saja aku menginginkannya...
Menginginkan dirimu untuk mengingatnya dan sekedar mengucapkannya...
Nyatanya? Hingga tulisan ini tercipta, belum sekalipun dirimu mengucapkannya, menampakkan nomorku pada layar HPku pun tidak...
Entahlah, apakah dirimu lupa? atau sengaja untuk melupa...?
Akankah ada keajaiban untuk 2 jam ke depan dimana hari akan berubah menjadi tanggal 10?
Atau 9 Maret ini, akan tetap berlalu begitu saja tanpa sedikitpun ucap dari dirimu?
Dan lagi-lagi... yang kurasa malam ini adalah sama seperti yang kurasa 9 Maret. malam hari, setahun yang lalu :(
Tidak ada komentar:
Posting Komentar